BREAKING NEWS

Harga Cabai Rawit Melonjak Jelang Ramadan 2026, Bapanas Sebut Faktor Distribusi dan Cuaca

 


Harga Cabai Rawit Melonjak Jelang Ramadan 2026, Bapanas Sebut Faktor Distribusi dan Cuaca

Menjelang Ramadan 2026, harga cabai rawit di sejumlah daerah dilaporkan mengalami kenaikan signifikan. Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebut lonjakan harga tersebut dipicu oleh kombinasi faktor cuaca yang kurang mendukung produksi serta meningkatnya ongkos distribusi dari sentra produksi ke pasar-pasar konsumsi.

Harga Naik Jelang Ramadan

Kenaikan harga cabai rawit kerap terjadi menjelang Ramadan, ketika permintaan masyarakat terhadap bahan pokok meningkat. Namun, pada tahun ini, lonjakan harga dinilai lebih tajam karena pasokan yang tidak stabil.

Menurut keterangan Bapanas, sejumlah wilayah penghasil cabai mengalami gangguan produksi akibat kondisi cuaca yang tidak menentu. Curah hujan tinggi di beberapa daerah menyebabkan tanaman cabai rentan terhadap penyakit, sehingga hasil panen menurun.

Ongkos Distribusi Ikut Mendorong Harga

Selain faktor produksi, Bapanas juga menyoroti tingginya ongkos distribusi sebagai penyebab utama mahalnya harga cabai rawit. Biaya transportasi dari sentra produksi ke pasar konsumen mengalami kenaikan, baik karena harga bahan bakar maupun kendala logistik lainnya.

Distribusi yang tidak lancar membuat pasokan cabai ke pasar-pasar besar berkurang. Akibatnya, harga di tingkat konsumen ikut terdorong naik, terutama di wilayah yang jauh dari pusat produksi.

Upaya Pemerintah Menstabilkan Harga

Pemerintah melalui Bapanas dan instansi terkait disebut terus melakukan langkah stabilisasi. Beberapa upaya yang dilakukan antara lain:

  • Mempercepat distribusi cabai dari daerah surplus ke daerah defisit.

  • Mengoptimalkan operasi pasar jika harga terus melonjak.

  • Memantau stok dan pergerakan harga di berbagai wilayah.

Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menekan lonjakan harga, khususnya menjelang Ramadan ketika kebutuhan masyarakat meningkat.

Dampak bagi Masyarakat

Kenaikan harga cabai rawit berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga, terutama bagi masyarakat yang menjadikan cabai sebagai bahan pokok harian. Selain itu, pelaku usaha kuliner juga berpotensi mengalami kenaikan biaya produksi.

Jika harga tidak segera stabil, kondisi ini bisa memicu kenaikan harga makanan siap saji di tingkat konsumen.

Kesimpulan

Lonjakan harga cabai rawit menjelang Ramadan 2026 dipengaruhi dua faktor utama, yaitu gangguan produksi akibat cuaca serta tingginya biaya distribusi. Pemerintah berupaya melakukan stabilisasi melalui pengaturan distribusi dan operasi pasar. Namun, efektivitas langkah tersebut akan sangat bergantung pada kondisi pasokan dan situasi cuaca di sentra produksi dalam beberapa waktu ke depan.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar