BREAKING NEWS

Manajemen Persija Kecam Aksi Rasis terhadap Allano Lima Usai Laga Panas Kontra Persib

 Manajemen Persija Kecam Aksi Rasis terhadap Allano Lima Usai Laga Panas Kontra Persib 


Manajemen Persija Jakarta menyampaikan kecaman keras atas tindakan rasis yang diterima salah satu pemainnya, Allano Lima, setelah pertandingan melawan Persib Bandung. Insiden tersebut mencuat ke publik dan memicu keprihatinan luas, terutama terkait komitmen dunia sepak bola Indonesia dalam memerangi diskriminasi.

Peristiwa ini terjadi usai laga sarat gengsi antara Persija dan Persib yang berlangsung dengan tensi tinggi. Setelah pertandingan berakhir, Allano Lima dilaporkan menjadi sasaran ujaran bernuansa rasis di media sosial. Unggahan dan komentar bernada diskriminatif itu dengan cepat menyebar dan menuai kecaman dari berbagai pihak.

Manajemen Persija menilai tindakan tersebut tidak dapat ditoleransi dalam bentuk apa pun. Dalam pernyataan resminya, Persija menegaskan bahwa sepak bola seharusnya menjadi ruang yang menjunjung tinggi sportivitas, persatuan, dan rasa saling menghormati, bukan sebaliknya. Klub juga menegaskan komitmennya untuk melindungi pemain dari segala bentuk perlakuan tidak manusiawi, baik di dalam maupun di luar lapangan.

“Allano Lima adalah bagian dari keluarga besar Persija. Segala bentuk rasisme dan diskriminasi bertentangan dengan nilai-nilai klub dan semangat sepak bola,” demikian penegasan manajemen Persija dalam pernyataannya. Mereka juga mendorong pihak berwenang dan otoritas sepak bola untuk menindak tegas pelaku agar kejadian serupa tidak terulang.

Kasus ini kembali membuka diskusi publik mengenai masih adanya praktik rasisme dalam sepak bola nasional. Meski kampanye anti-rasisme kerap digaungkan, insiden ini menunjukkan bahwa upaya edukasi dan penegakan aturan masih perlu diperkuat.

Dampak dari kejadian ini tidak hanya dirasakan oleh pemain yang menjadi korban, tetapi juga mencoreng citra kompetisi sepak bola Indonesia secara keseluruhan. Banyak pihak berharap insiden ini menjadi momentum bagi federasi, klub, dan suporter untuk bersama-sama menciptakan lingkungan sepak bola yang aman, inklusif, dan bebas dari diskriminasi.

Manajemen Persija pun mengajak seluruh elemen sepak bola, termasuk suporter, untuk lebih dewasa dalam mengekspresikan dukungan. Rivalitas di lapangan, menurut mereka, seharusnya tidak berujung pada tindakan yang melanggar nilai kemanusiaan.

Dengan sikap tegas yang ditunjukkan Persija, publik menanti langkah konkret lanjutan dari otoritas terkait agar kasus rasisme ini dapat ditangani secara serius dan menjadi pelajaran penting bagi dunia sepak bola Tanah Air.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar