BREAKING NEWS

Kemenkes Rujuk Siswa SMA di Karo yang Diduga Hilang Ingatan Usai Konsumsi MBG ke RSCM Jakarta

 



Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia mengambil tindakan medis lanjutan terhadap FP, seorang siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Pelajar tersebut sebelumnya dilaporkan mengalami gangguan ingatan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut laporan detikHealth, pasien kini direkomendasikan untuk mendapat perawatan dan pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Pemindahan fasilitas perawatan ini bertujuan untuk memberikan pemeriksaan spesifik yang lebih komprehensif. Pihak kementerian juga menyampaikan simpati mendalam atas insiden kesehatan yang menimpa sejumlah siswa di kawasan tersebut, serta berharap para korban dapat segera pulih dan kembali beraktivitas secara normal.

Pemeriksaan Lanjutan di RSCM Jakarta

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menjelaskan bahwa rujukan ke ibu kota merupakan rekomendasi dari tim dokter yang tengah menangani pasien. Langkah tersebut diambil agar tenaga medis dapat melihat indikator kesehatan klinis FP secara lebih terperinci.

"Untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi kesehatannya dan menentukan penanganan yang lebih komprehensif, FP direkomendasikan oleh tim dokter untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di RSCM Jakarta," ungkap Aji dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (11/9/2026).

Pemerintah menjamin akan mengawal penuh seluruh proses rujukan pasien dari Medan menuju Jakarta. Kemenkes juga memastikan bahwa kelancaran birokrasi, pemenuhan layanan medis terbaik, dan kebutuhan operasional pasien akan terfasilitasi secara maksimal selama proses perpindahan berlangsung.

Riwayat Penanganan Medis secara Bertahap

Sebelum disarankan bertolak ke Jakarta, pasien telah melewati serangkaian penanganan klinis di beberapa fasilitas kesehatan daerah. Pada fase awal pasca-mengonsumsi MBG, FP sempat dilarikan dan mendapat perawatan di salah satu rumah sakit swasta, disusul ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di wilayah Kabupaten Karo.

Dari Karo, pasien kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Haji Medan guna mendapatkan observasi tambahan. Terakhir, remaja tersebut tercatat menjalani perawatan berstatus rawat jalan di RSUP H. Adam Malik, Medan, sebelum akhirnya tim medis memutuskan perlunya evakuasi medis ke RSCM.

Libatkan Tiga Spesialis dan Pemindaian Saraf

Selama menjalani observasi di RSUP Adam Malik yang berlangsung sejak 31 Agustus 2026, kondisi klinis pasien dipantau secara ketat. Otoritas rumah sakit menugaskan tim yang terdiri dari tiga dokter spesialis sekaligus, yakni ahli gastrohepatologi, neurologi, serta spesialis kesehatan jiwa.

Sebagai bagian dari investigasi mendalam, FP juga telah mengikuti prosedur electroencephalography (EEG). Uji rekam otak tersebut dijalankan guna mendeteksi ada tidaknya gangguan atau kelainan pada fungsi saraf pasien. Berdasarkan hasil pemantauan medis terkini, kondisi FP telah dinyatakan stabil.

Fokus Utama Pemulihan Pasien

Menghadapi krisis medis yang berkaitan dengan program gizi tersebut, Kemenkes menegaskan bahwa keselamatan serta kepastian pemulihan pasien menjadi prioritas terpenting saat ini. Penanganan lintas spesialisasi sangat dibutuhkan guna menemukan akar penyebab klinis terjadinya gangguan memori tersebut.

Saat ini, fokus lembaga kesehatan negara tersebut secara utuh berpusat pada penyiapan rujukan medis yang aman menuju RSCM. Segala langkah medis diharapkan berjalan optimal sehingga FP bisa segera memperoleh penanganan yang paling sesuai dengan kebutuhan fisiknya saat ini.

Kementerian Kesehatan merujuk FP, siswa SMA di Kabupaten Karo yang diduga mengalami hilang ingatan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), ke RSCM Jakarta untuk menjalani pemeriksaan klinis menyeluruh dan penanganan medis yang lebih komprehensif.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar