BREAKING NEWS

Kasus Keracunan 500 Santri di Sidoarjo: Bupati Ungkap 31 Dapur SPPG Belum Berizin



Sebanyak 500 santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, dilaporkan mengalami dugaan keracunan makanan setelah mengonsumsi sajian program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menyikapi insiden massal tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengungkap bahwa puluhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya ternyata masih belum mengantongi izin resmi.

Temuan Puluhan Dapur Penyedia MBG Tanpa Izin

Berdasarkan pemberitaan detikcom, Bupati Sidoarjo Subandi langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke fasilitas SPPG yang berlokasi di Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin. Dapur pelayanan gizi tersebut ditunjuk sebagai penyedia menu makanan yang diduga menjadi pemicu keracunan ratusan santri.

Di sela-sela pemantauan tersebut, Subandi membeberkan pemetaan operasional dapur gizi di wilayahnya. Dari total 170 unit SPPG yang saat ini beroperasi di Kabupaten Sidoarjo, tercatat ada 31 unit yang status perizinannya belum lengkap.

Pemkab Sidoarjo mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat untuk meningkatkan standar pengawasan teknis dan operasional secara berkala. Langkah ketat ini dinilai krusial agar insiden serupa yang membahayakan kesehatan peserta didik tidak kembali terulang di kemudian hari.

Penanganan Kasus dan Evaluasi Perizinan Sanitasi

Mengenai nasib operasional SPPG Kalitengah yang terlibat dalam insiden ini, pihak pemerintah daerah menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada BGN Pusat sebagai lembaga pengampu kewenangan.

Di sisi lain, Badan Gizi Nasional Regional Jawa Timur memastikan akan memperkuat sinergi bersama jajaran Forkopimda Sidoarjo. Wakil Koordinator BGN Regional Jatim, Teguh Bayu Wibowo, menyampaikan bahwa koordinasi penanganan terus berjalan intensif.

Salah satu prioritas yang tengah dikejar bersama Pemkab Sidoarjo adalah percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi seluruh penyedia makanan guna menjamin kelayakan dan keamanan standar pangan yang disajikan kepada masyarakat.

Jumlah Korban Capai 500 Santri

Insiden dugaan keracunan makanan ini menjadi perhatian serius setelah jumlah korban terdampak terus bertambah. Laporan terbaru mencatat sedikitnya 500 santri dari Pondok Pesantren Manbaul Hikam mendapatkan penanganan medis akibat gejala yang timbul usai menyantap santapan MBG.

Kendati jumlah korban terdampak terbilang cukup banyak, pihak otoritas menegaskan tidak ada santri yang meninggal dunia akibat peristiwa ini.

Saat ini Pemkab Sidoarjo bersama BGN dan instansi terkait terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kelayakan sanitasi serta alur distribusi makanan MBG di seluruh wilayah Sidoarjo guna memastikan keselamatan para santri dan siswa penerima manfaat.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar